Ada pasangan serial TV yang membuat penonton menunggu bertahun-tahun hanya untuk satu ciuman. Chemistry yang kuat, tatapan penuh arti, dan perasaan yang tak kunjung terungkap membuat setiap episode terasa semakin menegangkan. Beberapa kreator bahkan menunda momen tersebut selama beberapa musim, hingga penonton nyaris kehilangan kesabaran. Namun, ketika ciuman itu akhirnya terjadi, hasilnya bisa jauh lebih berkesan daripada yang dibayangkan.

Oliver dan Felicity, Arrow (musim 3, episode 1)

Sejak Oliver (Stephen Amell) bertemu Felicity (Emily Bett Rickards) pada musim pertama Arrow, banyak penonton berharap keduanya akan menjadi pasangan. Akan tetapi, Oliver masih terlibat dengan perempuan lain dan merasa bahwa menjalani kehidupan sebagai Green Arrow sekaligus menjalin hubungan dengan Felicity adalah dua hal yang sulit disatukan. Baru pada akhir musim kedua ia mengungkapkan perasaannya kepada Felicity, itu pun sebagai bagian dari rencana untuk mengalahkan Deathstroke (Jeffrey C. Robinson).

Ketika musim ketiga dimulai, para penggemar akhirnya mengetahui bahwa pengakuan Oliver bukan sekadar sandiwara. Ia benar-benar mencintai Felicity dan siap menunjukkan perasaannya melalui sebuah ciuman. Meski begitu, keduanya belum langsung berkomitmen pada hubungan mereka. Berbagai masalah dan perubahan sikap masih harus mereka lalui sebelum akhirnya memilih satu sama lain pada penghujung musim tersebut.

Stiles dan Lydia, Teen Wolf (musim 3, episode 11)

Sejak episode perdana Teen Wolf, ketertarikan Stiles (Dylan O’Brien) kepada Lydia (Holland Roden) sudah sulit disembunyikan. Ketika tiba di sekolah bersama Scott (Tyler Posey), ia langsung menunjukkan betapa besar perhatiannya kepada gadis itu. Sayangnya, Lydia tidak langsung membalas perasaan tersebut. Sebagai salah satu siswi paling populer, ia saat itu menjalin hubungan dengan Jackson (Colton Haynes), yang juga memiliki reputasi serupa.

Walaupun Stiles terus memperlihatkan ketertarikannya, hubungan mereka menjadi salah satu kisah romansa paling lama menggantung dalam serial tersebut. Keduanya baru berciuman pada episode ke-11 musim ketiga, ketika Lydia berusaha membantu Stiles menghadapi serangan panik. Ia pernah membaca bahwa menahan napas bisa membantu dalam situasi semacam itu. Momen tersebut memang tidak terjadi dalam suasana romantis yang diharapkan penggemar, tetapi tetap terasa sepadan dengan penantian panjang. Pengakuan cinta Stiles pada musim keenam kemudian menjadi tambahan yang memuaskan bagi kisah mereka.

Eric dan Sookie, True Blood (musim 3, episode 2)

Pada awal penayangannya, True Blood berpusat pada kisah cinta Sookie (Anna Paquin) dan Bill (Stephen Moyer). Namun, kehadiran Eric Northman (Alexander Skarsgård), sosok pemberontak yang kerap tampil sebagai pria bermasalah, segera menghadirkan dinamika baru. Sookie tampak tertarik kepadanya, meskipun hubungan mereka membutuhkan waktu cukup lama untuk berkembang. Para penggemar baru mendapatkan momen yang ditunggu-tunggu pada musim ketiga, setelah ketegangan sensual di antara keduanya dibangun melalui tatapan penuh kerinduan dan adegan ciuman dalam mimpi.

Kesempatan itu datang ketika Eric merasa dirinya sedang menuju kematian yang sesungguhnya. Ia menyadari bahwa dirinya tidak ingin meninggal tanpa pernah mencium perempuan yang dicintainya. Kisah mereka kemudian masih diwarnai ciuman lain, terutama karena alur cerita tentang hilangnya ingatan. Namun, pada akhirnya, Sookie tidak memilih Eric maupun Bill sebagai pasangan hidupnya.

Donna dan Harvey, Suits (musim 7, episode 10)

Hubungan pengacara Harvey Specter (Gabriel Macht) dengan sekretarisnya, Donna Paulsen (Sarah Rafferty), menjadi contoh bagaimana hubungan profesional dapat berkembang menjadi cinta. Donna selalu setia mendampingi Harvey, sementara kedekatan mereka selama beberapa musim membuat penonton bertanya-tanya kapan keduanya akan melangkah lebih jauh. Jawabannya baru muncul ketika musim ketujuh telah berjalan lebih dari separuh.

Dalam episode berjudul Donna, ia berbincang dengan Louis (Rick Hoffman) tentang keengganannya mengungkapkan perasaan kepada Sheila (Rachael Harris). Percakapan itu mendorong Donna untuk mencium Harvey, atasannya sendiri. Walaupun hubungan mereka pada akhirnya menemukan jalan keluar, tindakan tersebut memicu ketegangan besar pada episode berikutnya. Situasinya menjadi semakin rumit karena Harvey ternyata sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain ketika ciuman itu terjadi.

Rick dan Michonne, The Walking Dead (musim 6, episode 10)

Dalam kehidupan Rick Grimes (Andrew Lincoln), hubungan dengan para perempuan kerap berakhir tragis. Karena itu, kemunculan adegan ciumannya dengan Michonne (Danai Gurira) dalam episode The Next World menjadi momen yang menggembirakan bagi penonton. Kemampuan Michonne menggunakan katana juga membuatnya terlihat lebih siap menghadapi bahaya yang mengancam kelompok mereka.

Persahabatan Rick dan Michonne telah dikembangkan selama beberapa musim. Keduanya bahkan tinggal di rumah yang sama di Alexandria, sehingga memiliki banyak kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat. Pada musim keenam, kelompok tersebut melewati periode yang relatif tenang selama beberapa pekan, meskipun sebagian waktu itu tidak ditampilkan secara langsung dalam serial. Situasi tersebut memberi ruang bagi hubungan Rick dan Michonne untuk tumbuh melampaui persahabatan. Ciuman mereka akhirnya menjadi perkembangan yang terasa wajar setelah kedekatan itu dibangun begitu lama.

House dan Cuddy, House (musim 5, episode 6)

Gregory House (Hugh Laurie) hampir selalu berhasil membuat Lisa Cuddy (Lisa Edelstein) menghadapi berbagai persoalan di rumah sakit. Dalam setiap pekan, tingkahnya bisa menimbulkan lebih dari satu masalah bagi Cuddy. Meski demikian, rasa saling menghormati dan ketertarikan di antara mereka perlahan mengubah ketegangan profesional menjadi sesuatu yang lebih pribadi. House sendiri tentu tidak mudah mengakui bahwa ia menghargai Cuddy.

Keduanya akhirnya berciuman dalam episode Joy pada musim kelima, ketika perdebatan mengenai pandangan House tentang kemampuan Cuddy menjadi seorang ibu memanas. Hubungan mereka memang kemudian mengalami kemunduran, tetapi ciuman tersebut merupakan puncak dari ketegangan emosional yang sudah terasa sejak awal serial. Adegan itu mengejutkan penonton sekaligus kedua karakter yang terlibat.

Daphne dan Niles, Frasier (musim 7, episode 23/24)

Sejak melihat Daphne (Jane Leeves) dalam episode perdana Frasier, Niles (David Hyde Pierce) langsung terpikat kepada perempuan yang bekerja sebagai terapis fisik ayahnya. Namun, perasaan itu tidak segera berujung pada hubungan romantis. Penonton harus menunggu hingga musim ketujuh sebelum keduanya akhirnya berciuman untuk pertama kalinya.

Penantian tersebut membawa hasil yang memuaskan. Ciuman itu menjadi titik balik yang menyatukan mereka sebagai pasangan, dan hubungan mereka tidak berakhir begitu saja setelah momen tersebut. Pada musim kesepuluh, Niles dan Daphne bahkan menikah setelah memutuskan untuk kawin lari ke Reno. Kisah mereka membuktikan bahwa romansa yang dibangun perlahan bisa berakhir dengan komitmen jangka panjang.

Otis dan Maeve, Sex Education (musim 3, episode 5)

Sejak awal Sex Education, Otis (Asa Butterfield) sudah menyukai Maeve (Emma Mackey). Namun, ia merasa Maeve berada di luar jangkauannya, sehingga sulit membayangkan bahwa perasaannya akan terbalas. Seiring berjalannya musim pertama, Maeve pun mulai menyimpan perasaan terhadap Otis. Meski demikian, hubungan mereka terus terhambat oleh waktu yang tidak tepat, kesalahpahaman, dan kesempatan yang terlewat. Selama dua setengah musim, penonton dibuat menyaksikan bagaimana dua orang yang saling menyukai justru kesulitan untuk bersama.

Perubahan akhirnya terjadi pada musim ketiga setelah sebuah kegiatan kunjungan lapangan yang berantakan memaksa mereka menghadapi persoalan yang selama ini dihindari. Otis kemudian menjelaskan isi pesan suara yang sebelumnya tidak sempat didengar Maeve. Dalam pesan tersebut, ia mengungkapkan bahwa dirinya mencintai Maeve. Setelah mendengar pengakuan itu, Maeve akhirnya membalas perasaannya dengan sebuah ciuman yang telah lama dinantikan.

Mulder dan Scully, The X-Files (musim 7, episode 4)

Bagi Mulder (David Duchovny) dan Scully (Gillian Anderson), pergantian milenium memiliki makna yang berbeda dari kekhawatiran umum tentang Y2K. Ketika banyak orang cemas sistem komputer akan mengalami kerusakan menjelang tahun 2000, The X-Files justru membawa hubungan kedua agen tersebut ke tahap berikutnya. Ketegangan romantis di antara mereka sudah terasa sejak episode perdana, termasuk setelah adegan ketika Scully melepas jubahnya di hadapan Mulder.

Ciuman pada malam Tahun Baru berlangsung lembut dan penuh kehati-hatian. Alih-alih menjadi perubahan drastis dalam hubungan mereka, momen itu lebih berfungsi sebagai penegasan atas kedekatan yang sebenarnya telah lama terjalin. Setelah tujuh tahun, hal terpenting bukanlah seberapa jauh hubungan mereka berubah, melainkan kenyataan bahwa perasaan tersebut tetap bertahan. Dunia tidak berakhir pada pergantian milenium, dan hubungan Mulder serta Scully pun tidak kehilangan maknanya.

Josh dan Donna, The West Wing (musim 7, episode 13)

Penggemar The West Wing sudah menjagokan Josh Lyman (Bradley Whitford) dan Donna Moss (Janel Moloney) sebagai pasangan sejak awal serial yang tayang pada era 2000-an tersebut. Godaan, ketegangan romantis, dan percakapan penuh humor di antara mereka terlihat hanya dalam beberapa episode pertama musim perdana. Seiring waktu, kedekatan itu semakin kuat, meskipun masing-masing sempat berkencan dengan orang lain, menghadapi pengalaman nyaris kehilangan nyawa, serta menyaksikan Presiden Bartlet (Martin Sheen) menyelesaikan masa jabatannya.

Setelah tujuh musim dan hampir tujuh tahun sejak serial ini pertama kali tayang pada 22 September 1999, Josh dan Donna akhirnya berbagi ciuman pertama yang benar-benar menandai hubungan mereka. Momen tersebut terjadi setelah kampanye Santos meraih kemenangan, ketika keduanya merayakan kabar baik dengan berciuman. Hubungan mereka kemudian berkembang menjadi lebih intim, tetapi mereka masih kesulitan menentukan status dan arah masa depan bersama. Pada akhir serial, Josh dan Donna pergi berlibur bersama, meninggalkan kisah mereka dengan kemungkinan masa depan yang tetap terbuka.