Rincian baru muncul mengenai nasib Mario Dendy, yang mendekam di penjara karena melecehkan anak pengurus GP Ansor, David.  

Diketahui bahwa sejak 22 Februari 2023, putra pegawai pajak tersebut ditahan di Rutan Polda Metro Jaya atas penganiayaan yang dilakukannya terhadap David hingga mengalami koma. 

Selama dua puluh hari di penjara, Mario Dandy tidak menerima satu pun kunjungan dari keluarganya. 

Kuasa hukumnya, Dolphie Rompis, melaporkan hal ini. 

Sampai saat ini, Mario belum dijenguk oleh keluarganya,” ujar Dolphy Rompas, kuasa hukum terpidana, seperti dikutip dari Tribunnews.com.  

Ngomong-ngomong, mengenai alasan sebenarnya mengapa pihak keluarga belum menjenguk Mario Dandy di Rutan Polda Metro, pengacara tidak menjelaskannya. Selain itu, sang pengacara juga mengakui bahwa Mario Dandy masih belum mengetahui permasalahan ayahnya hingga dipecat dari ASN. 

Hal ini dikarenakan Mario Dandy yang ditahan tidak memiliki alat komunikasi. 

Saya kira Mario tidak mengerti masalah Rafael karena tidak ada alat komunikasi di penjara,” kata kuasa hukumnya, Dolphy. 

“Saat ini, kami hanya fokus pada proses pendampingan terkait kasusnya dengan penyidik dan tidak mengurusi masalah ini,” kata Dolphy. 

Kondisi Mario Dandy sangat menyedihkan. 

Setelah dua pekan mendekam di sel tahanan, kondisi Mario Dandy akhirnya terkuak. 

Polisi menjelaskan bahwa telah terjadi perubahan sikap yang dilakukan oleh mantan kekasih AGH

tersebut. 

Pasalnya, Mario Dandy yang kini berada di dalam sel penjara nampaknya sudah berubah setelah merasakan dinginnya tembok penjara. 

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Tejo Asmoro, seperti yang dikutip dari Tribun Jakarta.com. 

Setelah dua minggu, Mario meninggalkan segala bentuk kehidupan mewahnya sebelum masuk penjara. 

Perubahan juga terlihat pada diri putra mantan direktur jenderal pajak tersebut. Putra mantan pejabat pajak tersebut, Rafael Alun Trisambodo, disebut-sebut mengalami syok berat saat merasakan dinginnya lantai penjara. Mario Dendy kini dikabarkan dalam kondisi tertekan. 

Ia diduga mengalami shock setelah menyadari perbedaan yang mencolok antara kehidupan di penjara dengan kehidupan sebelumnya yang bergelimang harta. 

“Mario diam sepanjang waktu, dia stres, dan sudah dititipkan sementara di tahanan,” jelas Kapolsek Pesanggrahan Kompol Tejo Asmoro dalam wawancaranya dengan TribunJakarta.com. 

Selain itu, tambah Tejo, Mario Dendy Satrio juga terlihat dijebloskan ke dalam ruang tahanan Polsek Pesanggrahan. 

Seperti yang diketahui, insiden pembegalan tersebut terjadi di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Senin, 20 Februari 2023 lalu. 

Kasus ini juga melibatkan ayah Mario, Rafael Alun Trisambodo. 

Akibatnya, sang ayah pun ikut diperiksa karena memiliki aset senilai Rp 56 miliar.